Halaman

Total Tayangan Halaman

Selasa, 22 November 2011

gentum meiosis


I. PENDAHULUAN

  1. Latar belakang
Seperti halnya mitosis, meiosis merupakan peristiwa yang dialami nukleus., dan banyak kejadian dari dua proses itu adalah identik.  Namun demikian, ada beberapa perbedaan penting antara dua proses itu yang memberikan hasil genetik yang sangat berlainan. Pada meiosis terjadi dua kali pembelahan nukleus berturut-turut dan terjadilah kombinasi genetik baru. Proses pembelahan meiosis terdiri dari meiosis I dan meiosis II.
Meiosis I merupakan proses pembelahan reduksi sejati yang pada proses ini, jumlah kromosom akan menjadi setengah jumlah semula. Meiosis II merupakan proses pembelahan duplikasi. Kedua pembelahan ini, tahapan-tahapannya berlangsung sama seperti pada proses mitosis. Profose pada pembelahan meiosis pertama (Profose I) mempunyai 5 tahapan pembelahan, karena meliputi beberapa proses penting yang harus dilalui.
Crowder (1986) menjelaskan dalam bukunya “Genetika Tumbuhan” bahwa meiosis terdiri dari beberapa fase yaitu, interfase premiotik, dimana morfologi sel serupa dengan sel-sel premiotik tetapi pada akhir interfase, inti dari sel-sel premiotik mulai membesar. Permulaan G2 suatu perubahan yang searah membuat sel menuju meiosis. Pembelahan meiosis I merupakan fase berikutnya yang terdiri dari profase I, anafase I, tetofase I, dan interkinesis. Selanjutnya, pembelahan meiosis II terdiri dari profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II.

  1. Tujuan
Praktikum pengamatan meiosis ini diharapkan praktikan dapat mengamati dan mengetahui perubahan kromosom pada tiap-tiap fase meiosis pada benang sari bunga amarilis dan telur belalang.







II. TINJAUAN PUSTAKA

Sel dibagi menjadi 2 kelas utama, yaitu eukariot dan prokariot. Perbedaan utama diantara keduanya terletak pada ada atau tidaknya membran inti yang membatasi inti sel dan sitoplasma. Organisme prokariot tidak memiliki membran inti dan eukariot memiliki membran inti. Semua sel hewan dan tumbuhan adalah eukariot dan bakteri, cyanobacteria dan mycoplasma adalah prokariot (Sticberger,1985).
2 Ciri pembelahan secara meiosis adalah: 
-     Terjadi di sel kelamin
-     Jumlah sel anaknya 4
-     Jumlah kromosen 1/2 induknya
-     Pembelahan terjadi 2 kali
-     Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II).(Pai,1987).
1 Meiosis merupakan proses yang rumit yang mengakibatkan reduksi jumlah kromosom menjadi 1n, sehingga gamet jantan dan betina mempunyai jumlah kromosom yang haploid. Apabila terjadi pembuahan (penggabungan gamet jantan dan betina), maka diperoleh kembali keadaan 2n. mmeiosis juga membentuk kombinasi gen baru, yaitu menimbulkan keragaman genetic melalui penggabungan secara rambang kromosom tetua dan melalui pertukaran bahan genetik antara kromosom dari bapak dan induknya (kromosom homolog). (Crowder, 1986).
3 Keseluruhan proses meiosis ini melibatkan dua tahapan pembelahan yang terpisah yaitu meiosis I dan meiosis II. Meiosis I merupakan proses pembelahan reduksi sejati yang pada proses ini, jumlah kromosom akan menjadi setengah jumlah semula. Meiosis II merupakan proses pembelahan duplikasi. Kedua pembelahan ini, tahapan-tahapannya berlangsung sama seperti pada proses mitosis. Profose pada pembelahan meiosis pertama (Profose I) mempunyai 5 tahapan pembelahan, karena meliputi beberapa proses penting yang harus dilalui (Yatim,1991).
Organisme prokariot tidak mengalami pembelahan sel berupa mitosis atupun meiosis, ia hanya mengalami pembelahan  sel berupa amitosis, salah satu contohnya adalah pembelahan biner. Organisme eukariot mengalami pembelahan sel secara mitosis pada sel somatisnya dan meiosis pada sel gametnya (Stainfield,1991)
Meiosis berperan dalam proses gametogenesis pada sel hewan. Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet (n) oleh germ line (2n). Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma yang terjadi di organ tertentu (testes). Sel anak hasil pembelahan meiosis akan berkembang menjadi gamet, kemudian sel yang dihasilkan akan terdiferensiasi menjadi sperma (gambar 6). pembentukan sperma dimulai saat manusia memasuki tahap pubertas. Laki-laki dewasa normal dapat memproduksi 200.000.000 sperma per harinya. Setelah sperma terbentuk, maka ia akan bergerak ke epididimis dan mengalami pematangan (Adisoemarto,1988).
Pembelahan sel secara mitosis maupun meiosis melibatkan kromatin, kromatid, sister chromatid, kromosom, kromosom homolog, kinetokor, telomer dan sentrosom.
1. .Kromatin adalah gabungan rantai DNA, protein histon dan protein non-histon, kromatin dapat ditemukan di nukleus sel eukariot
2. Kromatid adalah duplikat kromosom yang terbentuk dari replikasi DNA yang tetap bersatu dengan duplikat lain pada sentromer
3. Sister chromatid adalah dua kromatid identik hasil proses duplikasi
4. Kromosom adalah suatu struktur yang tersusun atas rantai panjang DNA dan tergabung dengan protein.kromosom membawa bagian dari informasi genetik suatu organisme
5. Kromosom homolog adalah kromosom yang membentuk pasangan dengan struktur, ukuran, bentuk, posisi sentromer dan pola pewarnaan yang sama. Kinetokor adalah protein yang terletak di sentromer tiap kromosom.
6. Telomer adalah ujung dari kromosom eukariot, telomer berasal dari bahasa yunani yaitu Telos:ujung. Telomer berhubungan dengan rantai karakteristik DNA.
7. Sentorosom terletak ditengah organel dari sel hewan yang menjadi pusat pengatur mikrotubulus dan bertindak sebgai kutub spindel selama proses mitosis (Alberts, B. dkk. 2002:17).






III. BAHAN DAN ALAT

A. Bahan
1. kuncup bunga amarilis
2. sel telur belalang
3. larutan farmer (1 bagian asam asetat glacial + 3 bagian alkohol absolut)
4.  ethanol 70%
5. Aseto orcein atau arseto carmin (larutan staining).
6. alkohol 70%


  1. Alat
  1. Pipet.
  2. Pinset.
  3. Coverglass.
  4. mikroskop
  5. kaca preparat
  6. pensil
  7. jarum atau silet
  8. tissue
  9. petridish
  10. Bunsen.
  11. Alat tulis
  12.  
    









IV. PROSEDUR KERJA

  1. Pengumpulan bunga dan fiksasi
Fiksasi bagian bunga dengan larutan farmer (1 bagian asam asetat glacial + 3 bagian alkohol absolut) selama 1-24 jam, lalu cuci dengan alcohol 70%.
  1. Penyiapan preparat
    1. Lepaskan malai maupun kuncup bunga pada gelas arloji atau petridish. Segera teteskan ethanol 70% untuk menjaga kelembaban bahan.
    2. Bila kuncup bunga atau benang sari terlalu kecil, pemisahan dapat dilakukan dibawah mikroskop diseksi. Latar belakang kertas berwarna hitam akan sangat membantu pemisahan ini karena bahan cenderung berwarna jernih setelah difiksasi.
    3. Usahakan agar benang sari selalu dalam keadaan basah oleh ethanol 70%
    4. Ambilah satu atau dua benang sari dan diletakkan diatas gelas preparat yang telah terlebih dahulu ditetesi pewarna aseto carmin atau aseto orcein.
    5. Uraikan benang sari dengan menggunakan skapel, jarum atau silet.
    6. Tutup preparat dengan cover glass dan dipanaskan diatas api alkohol, dijaga jangan sampai mendidih. Jaga agar bahan tidak kering karena pemanasan.
    7. Setelah dipanasi, lakukanlah peremasan pelan-pelan dan hati-hati dengan ibu jari atau pangkal pensil yang tumpul.
    8. Amati preparat dibawah mikroskop
    9. Untuk memperbesar kemungkinan memperoleh obyek yang diamati, buatlah lebih dari satu preparat yang terdiri dari benang sari dari berbagai stadia dan letaknya pada malai
    10. Amati preparat dibawah mikroskop.
i.      Cari dan amati fase-fase dalam mitosis pada preparat yang dibuat.
ii.    Hitunglah fase manakah yang jumlahnya paling banyak.
iii.  Gambarlah fase-fase yang ada pada preparat yang dibuat.
iv.  Catat perbesaran yang digunakan.

V. HASIL PENGAMATAN

Preparat : telur belalang siang (12 pasang kromosom)

Gambar

Keterangan



Telofase I
1. kromosom
2. sitoplasma
perbesaran 40 X




Telofase II
1. kromosom
2. sitoplasma
perbesaran 40 X



Metaphase I
1. kromosom
perbesaran 40 X




Metaphase II
1. kromosom
perbesaran 40 X






Profase I

Perbesaran 10 X





Profase II


Perbesaran 10 X




Preparat : telur belalang pagi (12 pasang kromosom)

Gambar
Keterangan




Anaphase II
1. kromosom





Telofase I
1. Sitoplasma
2. kromosom
Perbesaran 40 X



Preparat : bunga amarilis pagi (11 pasang kromosom)

Gambar
Keterangan




Telofase I
1. kromosom
2. dinding sel
Perbesaran 40 X





Telofase II
1. kromosom
2. dinding sel
Perbesaran 40 X







Preparat : bunga amarilis siang (11 pasang kromosom)

Gambar
Keterangan




Telofase I
1. kromosom
2. dinding sel
Perbesaran 40 X




Telofase II
1.dinding sel
2. kromosom
Perbesaran 40 X




Metaphase I
1.kromosom
2. dinding sel
3. sitoplasma
Perbesaran 40 X




Profase I
1.kromosom
2. dinding sel
Perbesaran 10 X




Metaphase II
1. kromosom
2. dinding sel
3. sitoplasma
Perbesaran 40 X








VI. PEMBAHASAN
Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan dengan proses yang hampir sama dengan pembelahan mitosis namun pada meiosis terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom. Meiosis terbagi menjadi 2 tahapan besar yaitu meiosis I dan meiosis II, masa istirahat antara keduanya disebut interfase.Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah.
Pada meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II). Meiosis Idan meiosis II terjadi pada sel tumbuhan. Demikian juga pada sel hewan terjadi meiosis I dan meiosis II. Baik pada pembelahan meiosis I dan II, terjadi fase-fase pembelahan seperti pada mitosis. Oleh karena itu dikenal adanya profase I, metafase I, anafase I , telofase I, profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II. Akibat adanya dua kali proses pembelahan sel, maka pada meiosis, satu sel induk akan menghasilkan empat sel baru, dengan masing-masing sel mengandung jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk.
Meiosis merupakan pembelahan sel yang spesifik karena hanya berlangsung di waktu pembentukan gamet-gamet saja, dimana jumlah kromosom diparuh dari keadaan diploid (2n) menjadi haploid (n).Daur meiosis berlangsung lebih lama daripada pembelahan mitosis dari satu sampai dua hari. Meiosis ini berlangsung dalam dua kali pembelahan inti berturut-turut, yang disebut meiosis I dan meiosis II .Pembelahan meiosis I dimulai dengan profase I sampai telofase I, begitu juga meiosis II. (Suryo, 1984).
Meiosis merupakan proses yang rumit yang mengakibatkan reduksi jumlah kromosom menjadi ln, sehingga gamet jantan dan gamet betina mempinyai kromosom haploid. Apabila terjadi pembuahan (penggabungan gamet jantan dan gamet betina), maka diperoleh kembali keadaan diploid (2n). meiosis juga membentuk kombinasi gen baru karena terjadinya pindah silang atau crossing over, yang nantinya akan menyebabkan keanekaragaman genetik (Crowder, 1986).

Ada 4 sifat pokok pada meiosis :
1.      Kromosom yang berpasangan terletak berderet pada bidang ekuator pada metafase I.
2.      Reduksi jumlah kromosom terjadi pada anafase I.
3.      Setelah metafase I, jumlah kromososm haploid.
4.      Kromosom sel baru secara genetis dapat berbeda dari kromosom sel sebelum meiosis karena terjadinya.pindah silang.
Pada praktikum pengamatan meiosis kali ini menggunakan kuncup bunga amarilis dan sel telur belalang sebagai bahan yang diamati. Bahan yang digunakan umumnya mempunyai jumlah kromosom yang relatif sedikit, pada kuncup bunga amarilis adalah 11 pasang kromosom sedangkan pada sel telur belalang adalah 12 pasang kromosom sehingga dapat mempermudah pengamatan.
Prosedur kerja pertama adalah pengumpulan bunga dan fiksasi. Kuncup bunga amarilis (benang sari) dan sel telur belalang segera difiksasi dengan menggunakan proses meiosis yang mungkin sedang berlangsung dengan larutan farmer (1 bagian asam asetat glacial + 3 bagian alkohol absolut) selama 1 – 24 jam, setelah itu cuci dengan alkohol  70 % yang berfungsi untuk mempertahankan kondisi benang sari agar bisa diamati..
Hal ini dilakukan pada pagi hari karena bunga tersebut masih dalam keadaan segar, dan tujuan mengfiksasi bahan tadi yaitu untuk menghentikan kegiatan sel bunga amarilis dan sel telur belalang. Sebelum preparat dibuat, kegiatan pembelahan pada sel bunga amarilis dan sel telur belalang harus dihentikan agar fase – fase meiosis mudah diamati. Pada siang hari juga dilakukan hal yang sama yaitu mengfiksasi bahan tetapi hanya di fiksasi selama 1 jam.
Pada penyiapan preparat, kuncup bunga amarilis dan sel telur ditetesi ethanol 70 % untuk menjaga kelembaban. Sel bunga amarilis dan sel telur di letakan diatas kaca preparat dan ditetesi pewarna aseto orcain atau aseto carmin.
Gamet bersifat haploid (n) tetapi berasal dari sebuah sel induk diploid (2n). Berhubung dengan itu pembentukan gamet harus didahului dengan pembelahan reduksi dari jumlah kromosom pembelahan ini lazim disebut meiosis. Berbeda dengan mitosis, meiosis ini berlangsung dalam 2 tingkat yaitu :
    1. Meiosis I, yang terdiri atas beberapa fase :

Profase I
-     Leptoten
Kromosom terlihat sebagai benang-benang panjang, yang ujung-ujungnya mengarah ke suatu tempat (polarisasi). Benang-benang tersebut terlihat ada daerah yang tebal (kromomer) dan daerah yang tipis
Sister kromatid sangat dekat sehingga sulit dibedakan (dilihat)
-     Zigoten
Kromosom-kromosom homolog (paternal dan maternal) saling berdekatan dan berpasangan ® sinapsis
-     Pachyten
Benang-benang (kromosom) homolog (bivalen) melekat erat, masing-masing bivalen terdiri dari 4 benang kromatid (tetrad)
-     Diploten
Terjadi pemendekan kromosom, terjadi pemisahan pasangan kromosom, pembentukan kiasmata.
-     Diakinesis
Pemendekan kromosom mendekati maksimum, kiasmata mendekati ujung dan jumlahnya makin berkurang, benang gelendong mulai membentuk dan selaput inti hilang.
Berakhirnya profase I, nukleus dan dinding nukleus menghilang, kemudian gelendong inti spindel mulai terbentuk.
Metaphase I
Pada tahap ini, tetrad menempatkan dirinya pada bidang ekuator. Membrane inti sudah tidak tampak lagi dan sentromer terikat oleh spindel pembelahan.

.Anafase I
 Pada tahap ini, spindel pembelahan memendek dan menarik belahan tetrad (diad) ke kutub sel berlawanan sehingga kromosom homolog dipisahkan. Kromosom hasil crossing over yang bergerak ke kutub sel membawa materi genetic yang berbeda.

Telofase I
Pada tahap ini, membrane sel membentuk sekat sehingga terbentuk dua sel anak yang bersifat haploid, tetapi setiap kromosom masih mengandung dua kromatid (siser cromatid) yang terhubung melalui sentromer.


B.  Meiosis II, yang terdiri atas beberapa fase :
 Profase II
    a. Benang – benang kromatin berubah kembali menjadi kromosom.
    b. Kromosom yang terdiri dari 2 kromatida tidak mengalami duplikasi lagi.
    c. Nucleolus dan dinding inti menghilang.
    d. Sentriol berpisah menuju kutub yang berlawanan.
    e. Serat – serat gelendong terbentuk diantara 2 kutub pembelahan.

Metafase II
Kromosom kebidang ekuator menggantung pada serat gelendong melalui sentromernya.

Anafase II
 Kromatida berpisah dari homolognya, dan bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.

TelofaseII
     a. Kromosom berubah menjadi benang – benang kromatin kembali.
     b. Nucleolus dan dinding inti terbentuk kembali.
     c. Serat – serat gelendong menghilang dan terbentuk sentrosom kembali.
          Hasil praktikum antara preparat siang dan pagi adalah : Hasil penemuannya pada preparat siang lebih banyak fase yang ditemukan dibandingkan dengan preparat pagi. Hal ini dikarenakan pada preparat pagi bahan di fiksasi dengan larutan farmer, sedangkan larutan farmer berfungsi untuk menghentikan kegiatan sel bunga dan sel telur yang dapat memperlambat fase yang seharusnya dilakukan. Sedangkan pada preparat siang fase tidak difiksasi sehingga bunga dan telur tersebut dapat melakukan kegiatan yaitu melakukan pembelahan sel.
 
Kuncup bunga amarilis

 

 

           

            Gambar fase meiosis pada bunga amarilis

 



 

 




















VII. KESIMPULAN

  1. Kesimpulan
  1. Meiosis merupakan proses yang rumit yang mengakibatkan reduksi jumlah kromosom menjadi 1n, sehingga gamet jantan dan betina mempunyai jumlah kromosom yang haploid.
  2. meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II).
  3.  

 B. Saran
Seharusnya bahan untuk praktikum disediakan oleh laboratorium bukan dari mahasiswa.





















DAFTAR PUSTAKA

Adisoemarto, soenartono. 1988. Genetika Edisi Ketiga. Erlangga : Jakarta
Alberts, B. dkk. 2002. Glossary. 95            hlm. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=mboc4.glossary.4754#5215,6 juni 2009, jam 16.35 wib.
Biocell. 2009. The Cell Cycle and Mitosis Tutorial. Diakses dari       www.biology.arizona.edu pada tanggal 7 juni 2009,jam 16.45 wib.

Crowder, L. V. 1986. Genetika Tumbuhan. Gadjah Mada University          Press:Yogyakarta.
Kimball, J. W. 1992. Biologi Jilid 1. Penerbit Erlangga:Jakarta.
Pai, C. Anna. 1987. Dasar-dasar Genetika. Jakarta : Erlangga.
Standfield, W. D.1991.Genetika: Teori dan Soal-Soal.Erlangga:Jakarta
Sticberger, Monroe. W. 1985. Genetics. Macmillan Publishing Company: New       York.
Suryo. 1984. Genetika. Gadjah Mada University Press:Yogyakarta.
Yatim, W. 1991. Genetika. Tarsito. Bandung 

tugas dasmen


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Michael A. Hitt &  R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,13)  mengatakan, globalisasi adalah penyebaran inovasi ekonomi keseluruh dunia serta penyelesaian penyelesaian politis dan budaya yang menyertainya. Globalisasi mendorong intregasi international. Misalnya modal finansial dapat diperoleh dalam satu pasar nasional dan digunakan untuk membeli bahan baku ditempat lainnya. Peralatan produksi yang dibeli dari suatu negara yang kurang maju dapat digunakan untuk menghasilkan barang yang kemudian dijual dipasar dimana saja. Jadi globalisasi meningkatkan peluang yang tersedia bagi suatu perusahaan. 
Meningkatnya saling ketergantungan antar negara industri, kebutuhan dari negara negara berkembang, disintegrasi pembatas aliran uang, informasi dan teknologi antarbatas negara memungkinkan globalisasi dan integrasi pasar internasional. Kondisi-kondisi ini mendorong  perusahan-perusahan global untuk memikirkan secara serius mengenai strategi yang harus diterapkan untuk mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Seringkali strategi tersebut memungkinkan perusahaan untuk lebih hemat, lebih fleksibel, dan lebih terfokus dalam menyediakan barang dan jasa yang efektif kepada bermacam macam konsumen di dunia.
Disamping itu, dengan hadirnya teknologi informasi pada era globalisasi ini, maka  penyebaran informasi seakan tidak lagi terbendung oleh batasan waktu dan ruang bahkan teritorial negara. Dengan demikian menyebabkan wajah dunia tampak semakin sempit, karena berbagai suku, ras dan bangsa yang ada di dunia sudah menjadi  sebuah komunitas tunggal didalam Cyberspace.
Cyberspace bisa jadi identik dengan dunia nyata, Bangunan Cyberspace ini telah dirancang dengan pondasi Jaringan komputer  yang ber-topologi-kan sarang laba-laba dan dengan menggunakan kerangka sistem operasi terdistribusi serta struktur pengolahan data terdistribusi.

B.  Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh globalisasi memberikan pengaruh berupa tantangan terhadap suatu perusahaan yang harus dihadapi oleh seorang manajer.






















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Fungsi Manajer
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Sedangkan manajer sendiri adalah orang yang melaksanakan manajemen itu. Atau bila dalm kamus Bahasa Indonesia, manajer adalah orang yang mengatur pekerjaan atau kerjasama baik dengan menggunakan orang untuk mencapai sasaran; orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.
Fungsi-fungsi manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. Seorang manajer mengerjakan kelima fungsinya sehari-hari, mau tak mau bergerak dalam berbagai bidang seperti bidang penjualan, pembelian, produksi, keuangan, dan personalia.
Funsi-fungsi tersebut adalah fungsi manajer ke dalam perusahaan atau yang biasa disebut internal function of manager. Jadi, fungsi manajer ke dalam perusahaan dapat dilihat dari dua sudut, yaitu:
a.     Dari sudut proses, yakni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan.
b.    Dari sudut subjek atau bidang, yaitu keuangan, personalia, pemasaran, pembelian, produksi, dan sebagainya.
Kemudian fungsi manajer ke luar perusahaan atau external functions of manager ada tiga jenis, yaitu
a.       Mewakili perusahaan d bidang pengadilan
b.      Mengambil kegiatan sebagai warga negara biasa
c.       Mengadakan hubungan dengan unsure masyarakat

B.       Tantangan Manajer di Indonesia dalam Era Globalisasi
Dengan semakin pesatnya perkembangan dunia, persoalan ataupun tantangan yang dihadapi oleh manajer ataupun manajemen di Indonesia semakin kompleks dan meningkat. Selain menghadapi masalah  kebinekaan yang tidak mudah untuk diselesaikan, seperti halnya keragaman suku, agama, ras, adat istiadat, pengetahuan dan sebagainya,  manajer ataupun manajemen Indonesia juga menghadapi masalah globalisasi. Menghadapi persaingan dengan perusahaan-perusahaan lokal yang semakin kompetitif, manajemen ataupun para manajer Indonesia juga dituntut untuk secara langsung berhadapan   dengan perusahaan global yang beroperasi di-Indonesia. Para produsen  baru yang seringkali  memiliki sumber daya yang jauh lebih besar dan kemauan yang kuat untuk memperoleh pangsa pasar, kini tidak hanya berasal dari lokal yang tentunya  bisa  mengancam penjualan dan laba yang dimiliki oleh perusahaan Indonesia. Disamping itu, fakor kekuatan tawar menawar dari para pembeli dan pemasok lokal ataupun global, juga merupakan salah satu ancaman yang tidak bisa diabaikan. Demikian pula halnya dengan munculnya produk-produk pengganti yang bisa datang dari mana saja. Kemudian dengan munculnya teknologi informasi yang menyebabkan lahirnya perusahaan-perusahaan digital, maka tingkat persaingan antar sesama perusahaan  menjadi semakin berat dan ketat .  Sementara itu, manajer ataupun manajemen  Indonesia juga dituntut untuk tetap mempertahankan ataupun bahkan meningkatkan pendapatan riil penduduknya.

Gambar-2
Tantangan Manajemen Indonesia Dalam Era Globalisasi
Secara lebih terinci lagi, tantangan yang akan dihadapi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menjadi PR bagi manajer antara lain:
1.    Intensitas Persaingan Antar Perusahaan
Dalam  kebanyakan industri, perusahaan bersaing secara aktif satu dengan lainnya untuk mencapai daya saing strategis dan laba yang tinggi. Pencapaian hal-hal tersebut  menuntut keberhasilan yang relatif terhadap para pesaing. Dengan demikian, persaingan yang terjadi antar perusahaan-perusahaan tersebut distimulasi pada saat satu atau lebih perusahaan merasakan tekanan persaingan atau apabila mereka mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan  posisi pasar mereka. Persaingan ini seringkali terjadi atas dasar harga, inovasi produk, dan tindakan lain untuk mencapai pembedaan  produk (seperti pelayanan, kampanye iklan yang unik, dan jaminan produk).
Karena perusahaan-perusahaan dalam suatu industri bergantung satu sama lain, tindakan suatu perusahaan seringkali mengundang reaksi dari pesaingnya. Suatu industri dimana pola aksi dan reaksi (aksi dan tanggapan persaingan) sering terjadi adalah industri penerbangan. Reaksi cepat terhadap penurunan harga oleh suatu perusahaan adalah biasa dalam industri ini. Demikian juga reaksi terhadap pengenalan produk inovatif, seperti frequent flyer program sering kali terjadi dengan cepat.

2.    Kekuatan Posisi Pembeli dan Pemasok

a.    Perusahaan akan berusaha secara maksimal untuk mengembalikan modal mereka. Pembeli lebih suka untuk membeli produk dengan harga serendah mungkin- dimana industri dapat memperoleh pengembalian serendah mungkin yang diterima. Untu mengurangi biaya, pembeli akan menuntut kualitas yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik, serta harga yang lebih murah. Hasil ini dapat dicapai dengan mendorong  persaingan antar perusahaan dalam suatu industri. Kelompok pembeli dikatakan berkuasa saat:
·      Membeli sejumlah besar hasil suatu industri
·      Produk yang dibeli dari suatu hasil industri merupakan porsi yang signifikan dari biaya pembeli
·      Dapat berpindah kepemasok lainnya dengan biaya yang rendah
·      Produk pemasok tidak ekslusif atau sandar, dan memiliki ancaman yang kuat untuk berintegrasi kebelakang kedalam industri pemasok. Rangkaian besar pengecer bersifat membahayakan bila mereka menjual produk dengan label mereka sendiri, yang merupakan ancaman untuk integritas ke belakang.
b.    Meningkatkan harga dan mengurangi mutu produk yang dijual  adalah cara potensial yang dapat digunakan pemasok untuk mendapatkan kekuatan terhadap perusahaan-perusahaan yang bersaing dalam industri. Apabila perusahaan tidak dapat menutup peningkatan biaya yang terjadi melalui struktur harganya, profitabilitasnya akan berkurang akibat tindakan pemasok . Kelompok-kelompok pemasok dikatakan berkuasa bila:
·      Didominasi oleh sejumlah kecil perusahaan besar dan lebih terkonsentrasi dari pada industri yang menjadi pembeli mereka
·      Produk pengganti yang baik tidak tersedia bagi pembeli
·      Pembeli bukan merupakan konsumen pening bagi pemasok
·      Produk pemasok penting bagi pembeli
·      Efektifitas produk pemasok menciptakan biaya peralihan yang tinggi bagi pembeli
·      Pemasok merupakan ancaman serius bila berintegrasi kedepan kearah industri pembeli (misalnya produsen pakaian yang memilih membuka toko pakaian sendiri). Kredibiitas meningkat apabila pemasok memiliki sumber daya yang besar dan menyediakan  produk yang amat bermutu.

3.    Ancaman Pelaku Baru

Produsen baru  dapat membahayakan perusahaan-perusahaan yang telah ada. Produsen baru menghasilkan kapasitas produksi tambahan. Kecuali  permintaan terhadap barang meningkat, tambahan kapasitas akan menekan agar biaya bagi pembeli menjadi rendah, yang mengakibatkan turunnya penjualan dan laba bagi seluruh perusahaan pada industri tersebut. Seringkai produsen baru memiliki sumber daya yang jauh lebih besar dan kemauan yang kuat untuk memperoleh pangsa pasar. Tetapi hadirnya pesaing baru dapat mendorong perusahaan-perusahaan yang ada menjadi lebih efektif dan efisien serta belajar bagaimana bersaing dalam dimensi baru (misalnya saluran distribusi dengan menggunakan komputer).


Seberapa besar  kecenderungan perusahaan akan memasuki suatu industri tergantung fungsi dari dua faktor – rintangan untuk masuk dan reaksi yang diharapkan dari pelaku industri yang ada. Apabila perusahaan  menganggap untuk masuk kesuatu lingkungan industri adalah sulit, atau apabila perusahaan mengalami kerugian dalam bersaing dalam memasuki suatu industri, maka saat itulah rintangan untuk masuk timbul.

4.    Ancaman Produk Pengganti

Setiap perusahaan akan berusaha menyaingi perusahaan lain  yang menghasilkan produk pengganti. Dengan kemampuannya memuaskan kebutuhan yang tidak jauh berbeda dari konsumen, tetapi dengan karakteristik berbeda, harga produk pengganti dapat menjadi batas tertinggi dari harga yang akan ditetapkan suatu perusahaan. Dengan demikian, produk pengganti melakukan suatu fungsi atau layanan yang sama atau mirip. Secara umum ancaman produk pengganti adalah besar apabila sejumlah pelanggan menghadapi sedikit, bila ada, biaya peralihan dan apabila harga produk pengganti lebih rendah dan/atau mutu dan  kemampuan kinerjanya sama atau lebih besar dari produk yang ada. Untuk mengurangi daya tarik produk pengganti, perusahaan ditantang untuk membedakan penawaran mereka melalui dimensi-dimensi yang amat relevan bagi pelanggan (misalnya harga, mutu produk, pelayanan purna jual dan lokasi).

5.    Perusahaan Digital

Penggunaan teknologi informasi yang intensive didalam perusahaan bisnis sejak pertengahan 1990-an, telah mendesain ulang  organisatoris dengan sama penting, telah menciptakan kondisi-kondisi  untuk suatu peristiwa yang baru di dalam societythe industri  yang secara penuh merupakan perusahaan digital. Perusahaan yang digital dapat digambarkan sepanjang beberapa dimensi. Suatu perusahaan digital adalah di mana hampir semua hubungan bisnis organisasi penting dengan pelanggan, para penyalur, dan karyawan dimungkinkan dan ditengahi secara digital. Proses bisnis Inti terpenuhi melalui jaringan digital yang memutar  keseluruhan organisasi atau penghubung berbagai organisasi. Proses bisnis mengacu pada cara yang unik di mana pekerjaan diorganisir, dikoordinir, dan dipusatkan untuk menghasilkan suatu produk berharga atau jasa pelayanan. Mengembangkan suatu produksi baru, membangkitkan dan melaksanaan suatu order/ pesanan, atau menggunakan atau merekrut suatu karyawan adalah contoh proses bisnis, dan organisasi memenuhi proses bisnis mereka bisa merupakan suatu sumber kekuatan kompetitif. Key corporate assets,-  kemampuan intellektual, kemampuan inti, keuangan, dan sumber daya manusia yang  mengatur secara  digital. Didalam suatu perusahaan digital, setiap potongan informasi diperlukan  untuk mendukung kunci keputusan bisnis yang tersedia pada setiap waktu dan di manapun didalam perusahaan itu. Perusahaan digital merasakan dan bereaksi terhadap lingkungan mereka yang jauh dengan cepat dibanding perusahaan tradisional, memberi mereka lebih  fleksibilitas untuk survive dalam pergolakan waktu. Perusahaan digital menawarkan peluang luar biasa untuk manajemen dan organisasi secara  lebih global. Yang kedua dengan secara digital memungkinkan dan pelurusan pekerjaan mereka, perusahaan digital mempunyai potensi untuk mencapai tingkatan daya saing dan profitabilitas belum pernah terjadi.

C.      Tugas Manajer dalam Era Globalisasi
Dengan sekian banyaknya tantangan yang harus dihadapi perusahaan, seornag manajer harus selalu dapat mengatasinya dengan sukses. Untuk itu kebutuhan akan perubahan yang dinamis dalam berbagai hal seperti visi, misi, tujuan dan sistem berpikir menjadi hal  pokok yang harus dimiliki perusahaan. Dalam konteks organisasi belajar, setiap individu organisasi bisnis harus memiliki komitmen dan kapasitas untuk belajar pada setiap tingkat apapun dalam perusahaannya. Dengan kata lain setiap pekerjaan harus mengandung unsur pembelajaran yang semakin aktif.
Sebagai manajer, dia bersama karyawan seharusnya terdorong untuk selalu melakukan kajian dengan menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mengkontribusikannya pada perusahaan. Sikap manajer yang mungkin selama ini begitu toleran terhadap setiap kesalahan karyawan manajer patut diubah. Manajer harus mengambil posisi untuk mencegah terjadinya resiko besar dari suatu kesalahan kerja. Memang suatu keberhasilan biasanya didasarkan pada kegagalan yang pernah dialaminya. Namun manajer harus mengevaluasi setiap kegagalan dan melakukan evaluasi diri.
Fungsi manajer adalah lebih sebagai peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya sebagai penyelia. Dalam hal ini manajer harus mendorong para karyawan untuk menciptakan gagasan baru, sekecil apapun, dan mengkomunikasikan gagasan-gagasan tersebut ke karyawan lain. Selain itu hendaknya manajer mendorong karyawan untuk mengerti keseluruhan pekerjaan dan permasalahannya, membangun visi kolektif dan bekerja bersama mencapai tujuan perusahaan.

















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Manajer adalah orang yang mengatur pekerjaan atau kerjasama baik dengan menggunakan orang untuk mencapai sasaran; orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu. Fungsi seorang manajer meliputi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. Tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan dan manajer dalam era globalisasi anatara lain adalah intensitas persaingan antar perusahaan, kekuatan posisi pembeli dan pemasok, ancaman pelaku baru, ancaman produk pengganti, dan perusahaan digital. Untuk itu kebutuhan akan perubahan yang dinamis dalam berbagai hal seperti visi, misi, tujuan dan sistem berpikir menjadi hal  pokok yang harus dimiliki perusahaan.



tugas bikomia


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Setiap benda, baik yang hidup maupun yang mati memiliki ciri sendiri yang membedakannya dengan benda lain. Salah satu pembeda yang memiliki kelompok yang paling besar adalah perbedaan antara benda yang hidup dan benda yang mati. Materi hidup memiliki banyak hal yang tidak dimiliki benda mati. Ada pebedaan yang bisa langsung kita lihat, ada yang harus dipelajari lebih mendalam dahulu sebelum menentukannya.
Setiap makhluk hidup memiliki sel. Dari makhluk hidup yang paling sederhana (uniselluler) hingga makhluk tingkat tinggi yang kompleks (multiselluler). Setiap sel, memiliki bagian-bagian di dalamnya, seperti manusia yang memilki organ-organ dalam tubuhnya. Organ atau organel inilah yang membantunya menjalankan aktivitas hidup dari sel itu. Baik pada makhluk bersel satu, maupun pada makhluk bersel banyak.

B.  Tujuan
Kita telah mengenal ciri-ciri dari makhluk hidup, yang membedakannya dengan benda mati sejak kita berada di bangku SD. Namun, perbedaan yang kita kenal itu hanyalah hal yang tampak dari luar dan merupakan hal yang sangat dasar. Makalah ini menjelaskan perbedaan yang lebih mendalam antara materi hidup dari benda mati.
Masing-masing organel dalam sel memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing dan berbeda antara yang satu dengan yang lain. Makalah ini juga menjelaskan beberapa oraganel yang terdapat pada sel, terutama organel-organel sel yang terdapat  pada sel tumbuhan.





BAB II
PEMBAHASAN

A.      Ciri Materi Hidup
Secara umum ciri-ciri benda, materi, atau makhluk hidup yang biasa dikenal adalah bahwa materi hidup memiliki protoplasma, memiliki bentuk dan ukuran, serta melakukan aktivitas kehidupan yang membedakannya dengan benda mati. Padahal pada dasarnya, materi hidup tersusun atas molekul-molekul yang tidak bernyawa. Bila komponen benda hidup diisolasi dan diteliti satu persatu, molekul-molekul ini tidak bertentangan dengan semua hokum fisis dan kimia yang berlaku bagi benda-benda mati. Namun bila lebih jauh dipelajari, masih banyak ciri atau sifat khusus dari materi hidup yang tidak diperlihatkan oleh benda mati.
1.    Materi Hidup Bersifat Kompleks dan Terorganisasi secara Baik
Materi hidup diperlengkapi oleh struktur internal yang ruwet dan mengandung banyak molekul kompleks. Lebaih jauh lagi, terdapat sekian juta spesies yang berbeda pada materi hidup. Sebaliknya, pada benda mati seperti tanah liat, pasir, batuan, dan air laut biasanya terdiri dari campuran acak dari senyawa kimia yang relatif sederhana.
Salah satu hal yang berkaitan erat dengan ciri ini adalah proses reaksi kimia yang terjadi pada enzim dan metabolisme sel. Enzim melangsungkan urutan reaksi-reaksi kimia secara terorganisasi. Sedangkan metabolisme sel selalu diatur.
Sel dapat berfungsi sebagai mesin kimia, karena adanya enzim, katalisator yang mampu meningkatkan kecepatan reaksi kimia spesifik tanpa ikut bereaksi. Enzim merupakan molekul protein yang amat spesifik, dibentuk oleh sel dari unit-unit sederhana asam amino. Tiap jenis enzim umumnya hanya dapat mengkatalisa satu jenis reaksi kiia spesifik. Jadi, ratusan jenis enzim yang berbeda diperlukan oleh metabolismeeetiap jenis sel. Enzim bersifat jauh lebih efisien dibandingkan dengan katalisator buatan para kimiawan, karena molekul enzim lebih spesifik, daya katalisatornya jauh lebih efisien, dan dapat berfungsi pada kondisi suhu dan konsentrasi ion hidrogen normal. Enzim dapat mengkatalisa dalam waktu beberapa detik urutan reaksi kompleks yang akan membutuhkan beberapa hari, minggu, atau bulan jika dikejakan dalam laboratorium kimia. Lebih jauh lagi, reaksi-reaksi yang dikatalisa oleh enzim berlangsung sempurna, dengan produk 100%, tanpa produk samping. Kebalikannya, jika para kimiawan organik melangsungkan reaksi-reaksi dilaboraorium, hamper selalu terbentuk satuatau lebih produk samping. Karena enzim dapat mempercepat jalur tunggal reaksi suatu molekul tanpa mempercepat kemungkinan reaksi-reaksi lainnya, sel hidup dapat melangsungkan berbagai reaksi kimia secara serentak tanpa terhambat oleh adanya produk samping yang tidak diinginkan.
Ratusan reaksi kimia enzimatis di dalam sel diatur menjadi baynak urutan reaksi-reaksi bertahap yang berbeda. Urutan ini dapat erdiri dari 2 sampai 20 atau lebih tahap reaksi. Beberapa di antara urutan reaksi enzimatis menguraikan nutrisi organik menjadi produk akhir yang lebih sederhana untuk memperoleh energi kimia. Proses lain yang membutuhkan energi adalah pembentukan makromolekul kompleks secara bertahap dari molekul-molekul  pemulanya yang lebih kecil. Jalur-jalur enzimatis ini, yang mendasari metabolisme sel, bersifat saling berhubungan.
Sel-sel yang tumbuh secara serempak dapat melangsungkan sintesa ribuan jenis molekul protein dan asam nukleat dalam proporsi yang tepat, yang dibutuhkan untuk menyusun protoplasma hidup yang fungsional, yang khas bagi spesies masing-masing. Jadi, reaksi-reaksi enzimatis pada metabolisme diatur secara cermat, sehingga hanya terdapat jumlah yang dibutuhkan dari tiap jenis molekul unit penyusun, dan mengelompokkan molekul-molekul ini menjadi sejumlah tertentu dari molekul tiap-tiap jenis asam nukleat, protein dan lipid atau polisakarida. Lebih jauh lagi, sel hidup mampu mengatur katalisatornya sendiri, yakni enzim. Jadi, sel dapat menghentikan sintesis enzim yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk tertentu dari molekul pemulanya, jika produk tersebut telah tersedia di lingkungannya. Sifat penyesuaian dan pengaturan diri sendiri ini menyebabkan sel hidup dapat mempertahankan dirinya dalam keadaan mantap, walaupun terjadi fluktuasi di lingkungan luar.
2.    Tiap Komponen Materi Hidup Mempunyai Fungsi atau Tujuan Tertentu
Hal ini berlaku tidak hanya bagi komponen makroskopik seperti jantung, paru-paru, dan otak, tapi juga pada struktur intraselular mikroskopik seperti inti sel. Bahkan senyawa kimia di dalam sel seperti protein dan lemak mempunyai fungsi khusus.
3.    Materi Hidup Mempunyai Kemampuan untuk Mengekstrak, Mengubah, dan Menggunakan Energi Lingkungannya
Materi hidup mengekstrak, mengubah, dan menggunakan energi lingkungannya dalam bentuk zat gizi organik atau energi pancaran sinar matahari. Energi serupa ini memungkinkan materi hidup membangun dan mempertahankan struktur kompleksnya, yang kaya-energi, untuk melangsungkan kerja mekanis pada pergerakan, dan untuk memindahkan senyawa kimia melaui membran. Materi hidup tidak pernah berada dalm keadaan seimbang di dalam dirinya, atau dengan lingkungannya. Di lain pihak, benda mati tidak menggunakan energi secara terencana untuk mempertahankan strukturnya dan untuk melakukan kerja. Sebaliknya, jika dibiarkan, benda mati cenderung terurai ke keadaan yang bersifat lebih acak bersamaan dengan waktu, menuju keseimbangan dengan lingkungannya. Ciri ini terlihat dalam kegiatan materi hidup yang selalu mempertukarkan energi dan senyawa dan kegiatan sel menghasilkan energi dalam bentuk kimia untuk keberlangsungan hidupnya.
4.    Materi Hidup Memiliki Kemampuan Melakukan Replikasi Diri secara Tepat
Materi hidup melakukan replikasi, suatu sifat yang dapat dipandang sebagai inti dari keadaan hidup. Campuran dari benda mati tidak memperlihatkan kemampuan untuk tumbuh, dan bereproduksi menjadi benda-benda yang sama dalam masa, bentuk,dan struktur internalnya, dari generasi ke generasi berikutnya seperti materi hidup. Ciri ini terlihat dalam kemampuan materi hidup menggandakan diri sendiri secara tepat.
Salah satu sifat sel hidup yang paling menonjol adalah kemampuannya untuk berepoduksi secara hampir sempurna selama ratusan dan ribuan generasi. Terdapat tiga sifat yang menonjol. Pertama, materi hidup bersifat demikian kompleks sehingga jumlah informasi genetik yang diturunkan kelihatannya tidak seimbang dengan ukuran mini nucleus sel sebagai tempat informasi genetik. Kedua, stabilitas yang luar biasa dari informasi genetik yang tersimpan di dalam DNA. Dan yang ketiga, terjadi transfer informasi genetik di dalam materi hidup, yakni informasi DNA yang pada dasarnya bersifat satu dimensi diubah menjadi tiga dimensi, mengikuti kondisi materi hidup yang bersifat tiga dimensi.

B.       Organel-organel Sel
plant-cell
Sel merupakan kesatuan struktural dan fungsional penyusun makhluk hidup yang dapat memperbanyak diri. Aktivitas yang ada dalam sel terjadi dalam organel-organel yang mendukung fungsi-fungsi tertentu. Adapun fungsi dari bagian-bagian penyusun sel adalah sebagai berikut:
1.    Dinding Sel
Dinding sel bersifat permeabel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh. Sel-sel yang mempunyai dinding sel antara lain: bakteri, cendawan, ganggang (protista), dan tumbuhan. Kelompok makhluk hidup tersebut mempunyai sel dengan bentuk yang jelas dan kaku (rigid). Pada protozoa (protista) dan hewan tidak mempunyai dinding sel, sehingga bentuk selnya kurang jelas dan fleksibel, tidak kaku. Pada bagian tertentu dari dinding sel tidak ikut mengalami penebalan dan memiliki plasmodesmata (Gambar 2.3), disebut noktah (titik).
struktur-sel-3
Gambar 2.3 Noktah pada batang pinus (A) dan Plasmodesmata (B).
2.    Membran plasma
Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar, bersifat semi/selektif permeabel, berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi, osmosis, dan transport aktif. Membran plasma disusun oleh fosfolipid, proten, kolesterol.
3.    Sitoplasma
Sitoplasma merupakan bagian dari pprotoplas. Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti, terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup. Secara fisik, sitoplasma merupakan senyawa yang liat, dan agak bening jika terkena sinar yang dap dilihat. Secara kimia, struktur sitoplasma sangat rumit dan komponen utamanya terdiri atas 85-90% air. Organel-organel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain:
a.    Retikulum Endoplasma (RE) berupa saluran-saluran yang dibentuk oleh membran (Gambar 2.4). RE terbagi dua macam, yaitu RE halus dan RE kasar.

Retikulum-Endoplasma
Gambar 2.4 Retikulum Endoplasma (Campbell, et al 2006).
Pada RE kasar terdapat ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Sedangkan pada RE halus tidak terdapat ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis lipid.
b.    Ribosom terdiri atas dua unit yang kaya akan RNA, berperan dalam sintesis protein. Ribosom ada yang menempel pada RE kasar dan ada yang terdapat bebas dalam sitoplasma.
c.    Mitokondria memiliki membran rangkap, membran luar dan membran
dalam. Di antara kedua membran tersebut terdapat ruang antar membran. Membran dalam berlekuk-lekuk disebut krista yang berfungsi untuk memperluas bidang permukaan agar proses penyerapan oksigen dan pembentukan energi lebih efektif. Pada bagian membran dalam terdapat enzim ATP sintase yang berfungsi sebagai tempat sintesis ATP.
Peran utama mitokondria adalah sebagai pabrik energi sel yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Metabolisme karbohidrat akan berakhir di mitokondria ketika piruvat di transpor dan dioksidasi oleh O2¬ menjadi CO2 dan air. Energi yang dihasilkan sangat efisien yaitu sekitar tiga puluh molekul ATP yang diproduksi untuk setiap molekul glukosa yang dioksidasi, sedangkan dalam proses glikolisis hanya dihasilkan dua molekul ATP. Proses pembentukan energi atau dikenal sebagai fosforilasi oksidatif terdiri atas lima tahapan reaksi enzimatis yang melibatkan kompleks enzim yang terdapat pada membran bagian dalam mitokondria. Proses pembentukan ATP melibatkan proses transpor elektron dengan bantuan empat kompleks enzim, yang terdiri dari kompleks I (NADH dehidrogenase), kompleks II (suksinat dehidrogenase), kompleks III (koenzim Q – sitokrom C reduktase), kompleks IV (sitokrom oksidase), dan juga dengan bantuan FoF1 ATP Sintase dan Adenine Nucleotide Translocator (ANT).
Mitokondria
Gambar 2.5. Mitokondria
d.   Lisosom berupa butiran kecil/bundar, berisi enzim pencerna  yang berfungsi dalam pencernaan intrasel.
e.    Aparatus Golgi (Badan Golgi) berupa tumpukan kantung-kantung pipih, berfungsi sebagai tempat sintesis dari sekret (seperti getah pencernaan, banyak ditemukan pada sel kelenjar), membentuk protein dan asam inti (DNA/RNA), serta membentuk dinding dan membran sel.
f.     Plastida berbentuk bulat cakram yang ditemukan pada tumbuhan, terbagi atas tiga macam:
·      Leukoplas = Amiloplas: plastida yang tidak berwarna, dapat membentuk dan menyimpan butir-butir zat tepung/pati.
·      Kromoplas adalah plastida berwarna selain hijau, karena adanya pigmen: melanin (hitam), likopin (merah), xantophil (kuning), karoten (jingga), fikosianin (biru), dan fikoeritrin (coklat).
·      Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau, karena mengandung zat hijau daun (klorofil), terdiri atas: klorofil a (warna hijau biru=C55H72O5N4Mg) dan klorofil b (warna hijau kuning=C55H70O6N4Mg). Semua tipe plastida merupakan turunan dari badan golgi yang sangat kecil, yang disebut proplastida, yang terdapat di dalam sel meristem. Propastida dan pastida dalam sel muda memperbayak diri dengan pembelahan. Plastida mempunyai pembungkus yang terdiri atas dua unit selaput. Selaput di luar halus, memberi bentuk pada plastida, sedangkan selaput dalam membentuk kantong pipih yang disebut tilakoida. Sistem tilakoida dikembangkan menjadi berbagai tipe plastida. Di bagian dalam plastida terdapat matriks yang mengandung protein, disebut stroma. Di dalam stroma ini, terdapat DNA dan ribosom berukuran lebih kecil daripada ribosom yang terdapat dalam sitoplasma. Karena DNA yang terdapat di dalam kloroplas mempunyai kemampuan genetika terbatas, kloroplas disebut juga organel semiotonom.
Di dalam kloroplas berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesis tumbuhan. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada, maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastid. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Pada ganggang, bentuknya dapat seperti mangkuk, spiral, bintang menyerupai jaring, seringkali disertai pirenoid.
Kloroplas matang pada beberapa ganggang , biofita dan likopoda dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. Secara khas kloroplas dewasa mencakup dua membran luar yang menyalkuti stroma homogen, di sinilah berlangsung reaksi-reaksi fase gelap. Dalam stroma tertanam sejumlah grana, masing-masing terdiri atas setumpuk tilakoid yang berupa gelembung bermembran, pipih dan diskoid (seperti cakram). Membran tilakoid menyimpan pigmen-pigmen fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase fotosintesis yang bergantung pada cahaya. Grana biasanya terkait dengan lamela intergrana yang bebas pigmen. Prokariota yang berfotosintesis tidak mempunyai kloroplas, tilakoid yang banyak itu terletak bebas dalam sitoplasma dan memiliki susunan yang beragam dengan bentuk yang beragam pula.
Struktur Kloroplas Kloroplas terdiri atas dua bagian besar, yaitu bagian amplop dan bagian dalam.Bagian amplop kloroplas terdiri dari membran luar yang bersifat sangat permeabel, membran dalam yang bersifat permeabel serta merupakan tempat protein transpor melekat, dan ruang antar membran yang terletak di antara membran luar dan membran dalam. Bagian dalam kloroplas mengandung DNA , RNAs, ribosom, stroma (tempat terjadinya reaksi gelap), dan granum. Granum terdiri atas membran tilakoid (tempat terjadinya reaksi terang) dan ruang tilakoid (ruang di antara membran tilakoid). Pada tanaman C3, kloroplas terletak pada sel mesofil. Contoh tanaman C3 adalah padi (Oryza sativa), gandum (Triticum aestivum), kacang kedelai (Glycine max), dan kentang (Solanum tuberosum). Pada tanaman C4, kloroplas terletak pada sel mesofil dan bundle sheath cell. Contoh tanaman C4 adalah jagung (Zea mays) dan tebu (Saccharum officinarum).

g.    Vakuola berbentuk rongga bulat, berisi senyawa kimia tertentu atau sisa produk metabolisme sel, yang mengandung berbagai macam zat sesuai pada jenis selnya. Misalnya dapat berisi garam nitrat pada tanaman tembakau, tanin pada sel-sel kulit kayu, minyak eteris pada kayu putih dan mawar, terpentin pada damar, kinin pada kina, nikotin pada tembakau, likopersin pada tomat, piperin pada lada.
Fungsi vakuola adalah mengatur air atau cairan di dalam sel, misalnya dalam osmoregulasi, penyimpanan, dan dalam pencernaan. Di dalam vakuola terdapat enzim pencernaan yang dapat memecah komponen sitoplasma dan metabolit. Keaktifan hidrolisis vakuola identik dengan lisosom pada sel hewan. Enzim pencernaan yang terdapat dalm vakuola berasal dari retikulum endoplasma dan bada golgi, yang kemudian diangkut ke vakuola sebagai kantong kecil yang dikelilingi selaput. Sejumlah enzim dapat berubah selama sel hidup. Sel yang berbeda berisi enzim yang berbeda pula.
h.    Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Nukleus (Inti sel) dibatasi oleh membran inti, mengandung benang-benang kromatin dan nukleolus (anak inti sel). Membran inti terdiri atas dua lapis dan mempunyai pori. Benang-benang kromatin akan memendek pada waktu proses pembelahan sel membentuk kromosom. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.
Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
Nukleus
Gambar 2.7. Nukleus dan Retikulum Endoplasma kasar (Campbell, et al 2006).


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Materi hidup berbeda dengan benda mati. Hal-hal yang membedakannya antara lain adalah materi hidup bersifat kompleks dan terorganisasi secara baik; tiap komponen materi hidup mempunyai fungsi atau tujuan tertentu; materi hidup mempunyai kemampuan untuk mengekstrak, mengubah, dan menggunakan energi lingkungannya; dan materi hidup memiliki kemampuan melakukan replikasi diri secara tepat. Tiap materi atau makhluk hidup, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks memiliki sel. Di dalam sel terdapat dinding sel, membran plasma dan sitoplasma. Sitoplasma terdiri dari retikulum endoplasma, ribosom, mitokondria, lisosom, badan golgi, plastida, vakuola, dan yang paling penting inti sel.